Breaking Post
Home » Fun » Hiburan dan Wisata » Wisata Kuliner Tradisional Solo Yang Murah Dan Nikmat

Wisata Kuliner Tradisional Solo Yang Murah Dan Nikmat

Kuliner Tradisional Solo

Image by: Vonny

Menjelajahi wisata kuliner khas kota Solo seperti tidak ada habisnya. Beberapa makanan tradisional bahkan mulai jarang ditemukan bahkan di kota Solo.

Jika ada kota lain yang berusaha menjual makanan khas Solo pun terasa berbeda, belum tentu menyerupai dan mempunyai cita rasa khas seperti makanan aslinya.

Perbedaan cita rasa makanan itu kemungkinan besar terjadi karena proses pembuatannya. Beberapa makanan khas Solo masih dibuat dengan cara tradisional, menggunakan angklo, kompor dari tanah liat dan arang serta daun pisang sebagai piring sajinya.

loading...

Sementara hal itu tidak mungkin dilakukan lagi di kota besar sebagai efisiensi waktu dan tenaga.

Bikin kangen atau ngangeni begitulah bahasa Jawanya untuk menggambarkan betapa kangennya untuk menyantap lagi makanan khas kota Solo saat lidah sudah lama tidak mengecap nikmatnya rasa makanan.

Sedangkan untuk para wisatawan yang telah lelah berkeliling menikmati obyek wisata tiba saatnya untuk memanjakan perut.

Aneka Ragam Kuliner Tradisional Khas Kota Solo

Nasi Liwet, Sego Liwet atau Sekul Liwet

Wisata Kuliner Solo Nasi Liwet

Image by: Vonny

Jangan heran jika di Solo banyak makanan yang menggunakan nama bahasa Jawa karena kota ini sangat kental dengan budaya Jawanya.

Nasi Liwet atau Sego Liwet merupakan makanan khas Solo, kuliner asli kaum pribumi. Pada jaman dulu setiap bulan Mulud digelar slametan atau kenduri untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW dengan harapan mendapatkan berkah.

Sebagai hidangannya dibuatlah nasi liwet. Nasi Liwet adalah nasi gurih, rasa gurih ini didapat dari hasil rebusan nasi yang dimasak dengan cara dikaru atau dituangi dengan air santan kelapa mirip nasi uduk disajikan dengan sambel goreng labu siam dengan lombok rawit utuh, suwiran daging ayam, telor pindang atau rebusan telor biasa.

Yang khas dan istimewa dari nasi liwet adalah areh atau kumut yang diletakkan di atas nasi liwet.

Areh atau kumut terbuat dari santan kelapa yang dikentalkan, warnanya putih, rasanya gurih dan mempunyai tekstur yang lembut.

Nasi Liwet disajikan dengan daun pisang yang dipincuk atau ditusuk lidi pada salah satu sisinya sebagai ujung dan suru sebagai sendok yaitu daun pisang yang disobek lalu dilipat menjadi dua menyerupai sendok.

Memerlukan ketrampilan tersendiri bagi yang tidak terbiasa menggunakan piring daun pincuk dan suru sebagai sendok. Jika tidak terbiasa kuah akan tumpah dan tidak dapat disendok dengan suru.

Nasi Liwet biasanya dijajakan berkeliling oleh ibu-ibu menggunakan kebaya dan jarik dengan bakul yang digendong memakai selendang dipunggung.

Nasi Liwet dapat ditemui dengan mudah di kota Solo, kebanyakan dijual pada pagi atau malam hari di warung-warung lesehan.

Nasi Pecel Ndeso atau Pecel Sego Abang (Pecel Nasi Merah)

Wisata Kuliner Solo Nasi Pecel Merah

Image by: Vonny

Nasi pecel biasanya nasi putih dengan beberapa macam sayuran yang direbus dan bumbu kacang. Nasi pecel beras merah? Mungkin ada yang belum pernah merasakan seperti apa rasanya.

Nasi pecel beras merah khas kota Solo. Nasi Pecel Ndeso, nasi pecel yang nasinya adalah beras merah dengan sayuran rebus seperti daun pepaya, daun bayam, kecambah, kembang turi, kemangi, daun kenikir, lamtoro kemlanding atau petai cina, jantung pisang ditambah karak lalu disiram sambal wijen hitam yaitu ampas dari proses pembuatan minyak wijen.

Sebagai pelengkap biasanya pecel nasi merah dimakan dengan bongko yaitu kacang tolo yang direndam hingga lunak dan ditumbuk dicampur dengan parutan kelapa muda yang dibumbui lalu dibungkus daun pisang dan dikukus.

Selain bongko kacang tolo ada juga gembrot yaitu daun sembukan yang ditumbuk halus dicampur parutan kelapa muda, tempe busuk yang dihaluskan lalu dibumbui kemudian dibungkus daun pisang, dikukus dan dipanggang. Seperti nasi liwet, nasi pecel beras merah juga disajikan dengan daun pisang yang dipincuk.

Nasi Sambal Tumpang atau Sambel Tumpang

Sambel Tumpang adalah makanan yang berbahan dasar tempe bosok atau tempe busuk, bukan tempe yang sudah benar-benar busuk tapi tempe yang warnanya sudah berubah menjadi hitam dan mengeluarkan bau khas.

Bau inilah yang membuat sambel tumpang memiliki rasa khas yang mantap.

Nasi sambel tumpang berisi rebusan sayur bayam, sawi, daun pepaya, daun singkong, daun kenikir, dan kecambah lalu disiram dengan sambel tumpang hingga tertutup oleh sambal yang gurih dan pedas.

Bubur Gudeg Solo

Gudeg Solo selain disajikan dengan nasi juga disajikan dengan bubur. Bubur gudeg adalah bubur nasi lembut yang dipadukan dengan gudeg Solo yang manis gurih, krecek yang pedas dan sayur tahu yang gurih.

Timlo Solo Sastro

Mengunjungi Pasar Gede tidak lengkap rasanya jika tidak mampir ke Timlo Sastro Solo, warung yang tidak pernah sepi pengunjung terletak dibelakang Pasar Gede.

Warung Timlo Pak Sastro sudah ada sejak tahun 1952. Timlo adalah makanan berkuah bening seperti sop dengan berbagai macam isi didalamnya seperti ati ampela, potongan daging ayam, telur pindang yaitu telur bebek yang direbus dengan kecap sehingga menjadi coklat, dan sosis goreng solo berupa kulit lumpia yang diisi suwiran daging ayam lalu digulung dan digoreng kemudian dipotong-potong.

Timlo Sastro makin nikmat saat disantap bersama krupuk rambak kulit sapi yang dicocol dengan kecap manis kental. Sambil menikmati semangkuk Timlo Sastro yang hangat kita dapat mendengarkan alunan musik keroncong dan campursari khas Jawa Tengah. Hmmm sungguh nikmat rasanya menjelajah wisata kuliner kota Solo yang masih sangat kental dengan adat Jawanya.

Garang Asem

Garang asem adalah daging ayam berkuah santan yang dibungkus daun pisang kemudian  dikukus.

Garang asem mempunyai rasa khas yang menyegarkan, perpaduan rasa asam belimbing wuluh dan tomat hijau, rasa gurih dari santan dan rasa pedas cabe dengan aroma daun pisang yang membungkusnya, menjadikan garang asem sangat cocok sebagai lauk untuk dinikmati dengan sepiring nasi hangat.

Bakmi Thoprak

Bakmi Thoprak berbeda dengan ketoprak betawi. Bakmi thoprak Solo berkuah kaldu dan irisan daging sapi yang direbus lama dengan menggunakan arang.

Selain berisi mie kuning ada juga bihun, tahu, tempe, sosis solo, cakwe, kecambah, kubis, rambak disajikan dengan taburan seledri, bawang goreng, kacang tanah goreng dan remasan karak.

Agar lebih nikmat dapat ditambahkan jeruk nipis, kecap dan irisan lombok sesuai dengan selera.

Selat Solo

Wisata Kuliner Solo Selat

Image by: Vonny

Selat Solo sedikit menyerupai bistik atau gelantine. Selat Solo berisi rebusan sayur antara lain wortel, buncis, daun selada, telur yang dibalut daging cincang dan disiram dengan kuah semur lalu ditaburi kentang iris goreng.

Tahu Kupat

Tahu kupat, selain tahu goreng dan ketupat makanan ini juga berisi mie kuning, kecambah dan kubis lalu disiram kuah coklat dengan rasa manis yang berasal dari gula jawa cair dan kecap. Sebagai pelengkap diberi taburan daun seledri dan kacang goreng.

Sate Kere

Wisata Kuliner Solo Sate Kere

Image by: Vonny

Sate Kere atau sate miskin, disebut sate kere karena pada jaman dulu sate termasuk makanan mewah.

Oleh karena itu dibuatlah sate kere, sate tempe gembus yaitu tempe yang dibuat dari ampas tahu dan jeroan sapi seperti iso, ginjel, usus yang jika ditusuk menyerupai sate ayam pada umumnya.

Sate yang sudah dicelupkan pada bumbu tertentu kemudian dibakar dan diberi bumbu kacang seperti sate ayam biasa.

Tengkleng, Tongseng dan Sate Buntel

Ingin mencoba kuliner yang sedikit berat dari daging kambing?

Tengkleng kambing seperti gulai kambing tetapi kuahnya tidak memakai santan yang berisi tulang kambing dengan sedikit daging yang masih menempel.

Sedangkan Tongseng kambing berisi daging yang masih melekat pada tulang terutama tulang iga dan tulang belakang, sebagai tambahan dimasukkan kubis dan tomat kemudian disiram dengan kuah gule.

Sate buntel adalah sate kambing terbuat dari daging kambing cincang yang kemudian dibuntel atau dibungkus dengan lemak kambing lalu dibakar. Dimakan bersama irisan cabe rawit, bawang merah, kubis, tomat dan kecap.

Es Nini Thowong

Depot Es Nini Thowong terletak di jalan Arifin 32 Widuran sudah berdiri sejak tahun 1980. Salah satu menu es andalannya adalah Es Nini Thowong.

Es Nini Thowong berisi pisang raja, leci, nangka, nanas, agar-agar, kolang kaling, cendol dan kacang hijau dengan serutan es menggunung di atasnya dan disiram susu kental manis coklat.

Selain es Nini Thowong ada juga es Tetap Segar, es Cinderella dan es Bumi Hangus.

Depot es Nini Thowong tidak hanya menjual es tapi juga menjual makanan seperti Nasi Langgi yaitu nasi putih yang disajikan dengan lauk seperti kering kentang, abon, serundeng, dendeng, telor dadar yang diiris, telor pindang, selada, sambal dengan irisan tomat dan mentimun.

Susu Segar Shi Jack

Susu segar Shi Jack adalah warung yang menyediakan susu sapi murni yang didatangkan dari kota Boyolali sebagai penghasil susu sapi perah.

Susu segar Shi Jack sudah dibuka sejak tahun 1986, warung pusatnya terletak di jalan Kapten Mulyadi.

Beberapa nama unik ada di daftar menu yang disajikan di warung ini seperti Tante Susy (Susu Syrop Tanpa Telor), Suteja (Susu Telor Jahe), Sukatman (Susu Coklat Manis), Superman (Susu Perah Manis), Superboy (Susu Perah Boyolali), Sukadi (Susu Coklat Dingin), Sukamandi (Susu Coklat Manis Dingin), Roti Bacok (Roti Bakar Coklat), Rabana (Roti Bakar Nanas), Roti Baju (Roti Bakar Keju), Sumur (Susu Murni). Selain itu juga ada roti bakar, pisang owol, dan makanan angkringan lainnya.

Tiga Tjeret

Wedangan atau angkringan adalah kegiatan nongkrong sambil menikmati makanan dan minuman di warung tenda pinggir jalan yang tidak bisa lepas dari budaya warga kota Solo.

Tiga Tjeret adalah tempat wedangan yang tampil menarik dan modern terletak di depan Pura Mangkunegaraan tepatnya di jalan Ronggowarsito 97. Nama Tiga Tjeret berarti tiga teko air.

Tempat ini menghidangkan makanan dan minuman khas wedangan yaitu nasi kucing, nasi dalam porsi sedikit dengan sambal dan lauk tertentu seperti nasi bandeng, nasi teri, nasi oseng kikil, nasi terik daging kemudian dibungkus daun pisang.

Sedangkan pilihan lauk yang dijual terpisah sangat beragam mulai dari tahu tempe bacem, botok telur asin, ceker ayam, berbagai macam jenis sate, sate telur puyuh, sate keong, sate kerang dan masih banyak lagi.

Sebagai minuman penutup wedang tiga tjeret menjadi salah satu wedang andalannya. Wedang Tiga Tjeret adalah campuran rempah-rempah menghangatkan yaitu seduhan kencur, jeruk dan jahe yang dicampur dengan tiga macam gula, gula pasir, gula jawa dan gula batu.

Roti Kecik Ganep

Tidak lengkap rasanya berkunjung ke suatu kota jika tidak membawa oleh-oleh khas kota tersebut. Roti Kecik Ganep, sesuai namanya roti ini serupa kecik yaitu isi buah sawo.

Dinamakan kecik karena konon banyak pohon sawo di halaman keraton. Roti kecik ini dulu merupakan makanan kesukaan Raja Surakarta, Sinuhun Pakubuwono X.

Roti ini dibuat oleh Au Liek Nio yang sering dipanggil Nyah Ganep oleh Raja. Ganep berarti utuh atau lengkap yang menjadi sebuah simbol dari doa dan harapan. Lalu pada tahun 1881 Nyah Ganep mendirikan toko roti dengan nama Ganep di jalan Sutan Syahrir 176.

Toko roti ini sampai sekarang masih mempertahankan resep pembuatan roti kecik, menggunakan beras ketan yang disangrai kemudian ditambah gula dan telur sehingga roti kecik aman dimakan oleh anak autis yang tidak boleh makan tepung terigu tapi tetap bisa makan roti karena roti kecik terbuat dari beras ketan.

Dibelakang bungkus roti kecik ada sebuah tulisan tentang bahan dasar roti kecik, kenapa bernama roti kecik dan asal muasal roti kecik.

Roti kecik juga sudah didaftarkan sebagai merek dagang di dirjen HAKI. Pada akhir tulisan terdapat kalimat, semua upaya dilakukan untuk menjunjung tinggi nilai warisan leluhur bukan sekedar sebuah bisnis.

Bakpia Balong

Bakpia Balong terletak di jalan Kapten Mulyadi 17 atau balong 66, sebelah timur pasar Gede.

Bakpia Balong masih mempertahankan keaslian struktur kulit luarnya yang berlapis-lapis sehingga mudah rontok. Bakpia Balong dijual dengan varian rasa kacang hijau, kacang hitam, coklat dan daging babi.

Satu plastik bakpia balong dibungkus dengan plastik dan pita berbeda warna untuk membedakan rasanya.

Perusahaan Roti Orion

Perusahaan roti Orion nama itulah yang terpampang di gedung toko roti yang terletak di jalan Urip Sumoharjo 80 tidak jauh dari Pasar Gede. Didirikan oleh Njoo Hong Yauw dan istrinya Tjan Giok Nio pada 23 Maret 1932.

Sering disebut toko roti Orion atau toko roti Mandarijn Orion karena menjual roti mandarin sebagai roti andalannya yang terkenal dan sering dijadikan oleh-oleh.

Konon, kata Orion berasal dari nama bintang yang paling mudah dikenali dan terkenal di angkasa. Sedangkan Mandarijn adalah bahasa Belanda yang berarti Priyayi Tionghoa.

Roti Mandarin adalah roti basah dengan dua sisi roti berwarna kuning dan coklat yang ditumpuk dengan menggunakan selai nanas.

Ada tiga jenis roti mandarin di toko ini yaitu mandarin biasa, mandarin spesial dan mandarin kismis. Mandarin biasa menggunakan mentega sedangkan mandarin special menggunakan rum butter.

Mandarin kismis adalah mandarin biasa yang berisi taburan kismis di dalam roti. Selain roti mandarin ada juga roti Roll O dan Roti Semir Orion.

Serabi Notosuman

Disepanjang kawasan Notosuman ini banyak ditemui penjual serabi.

Serabi adalah makanan ringan yang terbuat dari tepung beras dan santan.

Cara pembuatannya pun masih tradisonal dengan menuangkan adonan serabi kedalam wajan kecil lalu ditutup dengan penutup dari tanah liat dan diletakkan di atas tungku yang menggunakan arang sebagai apinya.

Pasar Gede

Selain sebagai pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, pasar Gede juga menjual oleh-oleh khas kota Solo seperti intip yaitu kerak nasi yang dicetak, dijemur kering dan digoreng.

Karak seperti kerupuk tetapi terbuat dari beras, rengginan, abon, srundeng parutan kelapa yang digoreng hingga kuning kecoklatan cocok untuk lauk dengan nasi hangat, usus dan ceker ayam goreng, ampyang.

Rambak petis, kerupuk rambak dari kulit sapi atau kerbau yang dimakan dengan bumbu petis. Sosis solo basah terbuat dari daging sapi atau daging ayam yang digiling kemudian dibungkus dengan telur dadar lalu dikukus.

Selain menjual oleh-oleh, pasar Gede juga menjual jajanan khas kota Solo yang siap untuk disantap seperti Es Dawet Telasih yang berisi telasih, jenang sumsum, ketan hitam dan tape ketan.

Ada juga Gempol Pleret minuman dari santan dengan rasa manis gurih berisi bola-bola yang terbuat dari tepung beras.

Lenjongan jajan pasar komplit berbahan dasar singkong antara lain klepon, getuk, cenil, tiwul, jongkong, gatot, ketan hitam, ketan putih dilengkapi dengan parutan kelapa kemudian ditaburi gula halus atau gula jawa yang dicairkan. Ada juga Cabuk rambak, dinamakan cabuk karena bumbunya berbahan dasar wijen dan dahulu dimakan bersama krupuk rambak, karena harga rambak yang semakin mahal maka sekarang diganti dengan karak.

Cabuk rambak berisi ketupat yang diiris-iris kemudian diberi saus wijen, saus ini adalah campuran wijen, kelapa muda yang diparut dan kemiri kemudian disangrai. Cabuk rambak disajikan memakai daun pisang yang dipincuk lengkap dengan karaknya.

Menikmati beragam kuliner tradisional khas Kota Solo dengan harga murah menjadikan kota Solo sebagai salah satu ikon wisata kuliner yang menarik untuk dikunjungi. Simak juga tentang Wisata Budaya Kota Jogjakarta

Post by poni cuantik

loading...