Breaking Post
Home » Health » Baby » Metode pemberian asi eksklusif untuk bayi yang paling tepat

Metode pemberian asi eksklusif untuk bayi yang paling tepat

asi-sehat

img by: http://www.rumahsehatterpadu.or.id/

Dikatakan bahwa cara pemberian ASI secara eksklusif kepada bayi telah melalui sebuah riset medis karena hal ini akan memberikan perkembangan yang baik untuk bayi pada usia 6 bulan pertama. Di jelaskan oleh Organisasi kesehatan Dunia – WHO “ bahwa pemberian ASI merupakan satu cara yang tidak bisa di kalahkan oleh tindakan apapun dalam rangka memberikan makanan yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bagi seorang bayi.

Evaluasi pada bukti-bukti yang telah ada menunjukkan bahwa pada tingkat populasi dasar, pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan adalah cara yang paling optimal dalam pemberian makan kepada bayi.

Setelah 6 bulan, biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang tersedia didalam ASI, pada titik inilah nutrisi tambahan bias diperoleh dari sedikit porsi makanan padat”. Lihat juga: Memilih makanan pendamping asi untuk kesehatan bayi

Bayi-bayi tertentu bisa minum ASI hingga usia 12 buln atau lebih selama bayi anda terus menambah berat dan tumbuh sebagaimana mestinya, berarti ASI anda bisa memenuhi kebutuhannya dengan baik.

ASI memiliki perbandingan komposisi yang tetap sehingga mudah dicerna dan diserap serta mampu memenuhi kebutuhan bayi sampai usia enam bulan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

ASI yang keluar pada hari pertama setelah bayi lahir disebut kolostrum. Kolostrum berwarna kekuning-kuningan dan lebih kental karena mengandung banyak vitamin A, protein, karbohidarat, dan lemak rendah sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.

Kolostrum bermanfaat untuk membantu pengeluaran mekonium, yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan. Sejak usia 0-6 bulan, bayi hanya boleh diberikan ASI saja tanpa makanan lain. Pemberian hanya ASI saja sampai usia 6 bulan disebut dengan menyusul secara eksklusif.

 

Post by Rika Aristiani