Breaking Post
Home » Fun » Motivasi » Ingin cepat kaya mendadak, di daerah ini terdapat banyak harta terpendam

Ingin cepat kaya mendadak, di daerah ini terdapat banyak harta terpendam

Peta-harta-karunCara mendadak cepat kaya adalah ambisi beberapa orang yang ingin merubah kehidupannya menjadi lebih berharta dengan menempuh berbagai jalan, entah secara logika ataupun dengan cara yang kurang masuk akal.

Jika kamu berharap cepat kaya dengan cara bekerja keras serta memiliki pekerjaan yang bernilai besar tentu hal ini masih wajar dan bukan sesuatu yang mustahil.

Secara tiba tiba kamu menjadi terkenal dengan penemuan benda bernilai sejarah atau kisahmu yang kontroversi sehingga menjadi perbincangan nasional, ini juga bisa merupakan sebuah cara kaya mendadak yang tidak pernah kamu duga sebelumnya.

loading...

Cara kaya mendadak ala pemburu harta karun

Sebenarnya ini bukan hal baru. Sejak jaman dahulu sudah ada beberapa orang atau sekumpulan orang yang memang menjadi pemburu harta terpendam peninggalan masa lampau.

Mereka mendapatkan informasi dari kisah sejarah ataupun data data sejarah mengenai keberadaan sesuatu yang berharga pada jaman dahulunya, kemudian secara sembunyi sembunyi mereka menelusurinya.

Seperti pemburu harta karun di bangkai kapal TITANIC, ataupun pemburu harta karun peninggalan kerajaan mesir kuno.

Memang berita tentang hal ini jarang sekali terekspos karena sudah pasti para pencari kekayaan ini melakukannya dengan sangat rahasia.

Tempat penemuan baru yang belum tersentuh pemburu harta karun

Berita ini beredar sejak beberapa tahun lalu ketika ada koreksi mengenai penentuan hari jadi kota TULUNG AGUNG yang berada di provinsi JAWA TIMUR.

Menurut prasasti yang ditemukan di sebuah desa wates kecamatan campur darat sebelah selatan kota Tulung Agung, daerah ini bernama THANI LAWADAN yang mana merupakan kota tua sebelum ibukota Tulung Agung sendiri berdiri.

Prasasti yang bertanggal 18 November 1205 hari Jumat Pahing dikeluarkan oleh Prabu Srengga yaitu raja terakhir dari kerjaan Daha. Raja yang juga terkenal dengan sebutan Dandanggendis.

Isi prasasti menyatakan bahwa kerajaan Daha memberikan keringanan pajak kepada penduduk Thani Lawadan atas jasa para prajurit yang berasal dari wilayah itu dalam mengusir musuh yang datang dari timur.

Pada jaman Mataram Islam tahun 1709, Sri Pakubuwono I dan VOC menyatakan bahwa Kalangbret (sebelah barat kota TulungAgung) adalah ibu kota kabupaten NGRAWA.

Dan sejak kepemimpinan Pringgodiningrat Bupati Ngrawa ke IV pada tahun 1824 sampai 1930 ibu kota dipindah dari kalangbret ke TULUNG AGUNG tempat yang sekarang ini.

Nah dari ringkasan sejarah tersebut, artinya setelah prasasti Thani Lawadan ditemukan maka koreksi menyatakan bahwa kota tertua pada jaman kerajaan DAHA justru bukan berada di kalangbret atau tulung agung melainkan di desa wates kecamatan campur darat.

Rujukan: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tulungagung

Apa yang terjadi dengan masyarakat Thani Lawadan?

Secara pasti, penduduk yang tinggal di desa wates saat ini tidak ada yang tahu ataupun mendapatkan silsilah keturunan dari masyarakat Lawadan terdahulu.

Namun untuk beberapa orang tua yang dahulunya pernah mendapatkan dongeng dari tetuanya menyatakan bahwa dahulu di desa wates adalah berupa rawa, dan tidak pernah ada daratan sebelum terowongan Niama di buat untuk mengalirkan air ke laut pada jaman penjajahan jepang.

Kisah lebih jauh tentang masa sebelum rawa tidak ada yang pernah tau bahkan tidak ada jejak yang dapat menceritakannya.

Namun beberapa tanda yang mengarah bahwa di sana dahulu terdapat kehidupan adalah adanya penemuan batu bata ukuran besar dan alat perkakas rumah tangga dari keramik dan gerabah ketika ada penggalian sumur sedalam 4 sampai 5 meter.

Artinya, peninggalan kehidupan jaman masyarakat Thani Lawadan sudah terpendam sedalam 5 meter di dalam tanah pada jaman sebelum rawa.

Jika ditelaah secara logis, maka kalau pada masa itu Thani Lawadan adalah kota, sudah pasti memiliki masyarakat yang padat dengan tingkat ekonomi yang lebih baik.

Bentuk barang kekayaan seperti perhiasan ataupun benda berharga lainnya sudah pasti banyak terdapat di dalam tanah terkubur hingga sekarang ini.

Seandainya ada sebuah penyelidikan ataupun bisa dilakukan penggalian dalam skala besar, kemungkinan akan lebih mampu mengungkap kisah sejarah Masyarakat Thani Lawadan dengan lebih terang.

Namun, sebelum ditemukannya prasasti ini, sebenarnya sudah banyak para pelaku spiritual yang menelusuri daerah ini untuk mencari harta kekayaan ataupun sekedar ingin menerawang hal hal gaib lainnya.

Nah, seandainya ini didengar oleh mereka para pemburu harta karun modern, tentu akan menjadi sebuah proyek besar untuk menjadi jalan atau cara cepat kaya mendadak. Itupun kalau mereka bisa membebaskan lahan yang saat ini sudah menjadi hak milik warga.

Post by Dina Septika

loading...